Showing posts with label safety. Show all posts
Showing posts with label safety. Show all posts

Wednesday, October 17, 2012

Jenis Jenis Helm dengan Kelebihan dan Kekurangannya


Mungkin bagi sebagian besar pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk menahan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih penting yaitu menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan.
Saat terjadi kecelakaan, bagian yang paling mudah terluka adalah muka, kepala bagian atas dan leher. Oleh karena itu sebuah helm yang baik adalah helm yang bisa melindungi ketiga bagian kepala tersebut.
Berikut jenis-jenis helm yang ada beserta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis helm tersebut :

1. Helm Cetok

helm-cetok-dalamKelebihan:
Mampu melindungi bagian atas kepala meski dengan tingkat perlindungan yang sangat minim. Helm jenis ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya. Helm ini mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simple. Harga helm jenis ini biasanya murah.
Kekurangan:
Dengan tidak adanya bagian yang menutupi telinga, helm ini bisa membahayakan pendengaran pengunanya akibat suara keras yang ditimbulkan ketika berkendara. Helm ini tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala. Fungsi helm tidak jauh beda dari topi.
 

 

2. Helm Open Face

open faceKelebihan:
Melindungi bagian atas, samping (telinga) dan belakang kepala (leher). Helm jenis ini memberikan perlindungan yang sedikit lebih baik dibanding helm ”cetok”. Mudah dipakai dan dilepas. Beberapa helm jenis ini dilengkapi dengan bantalan dari bahan kulit pada bagian telinganya.
Kekurangan:
Suara bising dari luar masih tetap masuk ke telinga. Tidak bisa memberikan perlindungan yang cukup bagi kepala, khususnya bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher dan mata. Karena tidak dilengkapi dengan kaca pelindung pada bagian depannya, maka helm ini tidak bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga bahkan kerikil kecil yang beterbangan di jalan.
 

 

3. Helm ¾ Atau Half Face

half faceKelebihan:
Mampu melindungi bagian kepala, muka, leher, telinga dan mata. Helm jenis ini berada pada posisi ketiga helm yang cukup aman. Dengan kaca pelindung yang mudah dibuka-tutup, pemakai bisa dengan mudah makan, minum, memotret atau merokok sekalipun. Kaca pelindungnya juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari hujan, debu dan angin. Helm jenis ini sedikit lebih mahal dibanding jenis open-face.
Kekurangan:
Karena desainnya semi terbuka, maka akan menimbulkan efek dengung di telingan pemakainya. Kurang memberikan perlindungan terhadap muka, dagu, gigi dan hidung.
 

 

4. Helm Full Face

Full FaceKelebihan:
Helm jenis ini adalah helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor. Helm ini mampu melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan sempurna. Helm ini juga aman dipakai di saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.
Kekurangan:
Karena tertutup rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis kalau kita ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm jenis ini sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding jenis lain.
 

 

5. Helm Flip-up

Helm Flip UpKelebihan:
Hampir sama dengan helm jenis Full-face, hanya saja helm jenis ini memiliki bagian depan yang bisa diputar ke atas (flip-up). Sehingga bisa memudahkan pemakainya untuk makan, minum atau merokok tanpa harus melepas helm. Helm jenis ini mampu memberikan perlindungan yang cukup baik, sama halnya dengan jenis full-face.
Kekurangan:
Karena bagian depannya bisa dibuka-tutup, maka ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka ketika terjadi kecelakaan sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu. Harga helm jenis ini bisanya lebih mahal dibanding jenis full-face.
 

 
Nah, kalau sudah tahu jenis-jenis helm beserta kelebihan-kekurangannya, jangan malas pake helm ya. Ingat, kecelakaan tak mengenal waktu, lokasi dan siapapun orangnya. Yang udah pake helm, apa helm-mu sekarang?

copied : gugling.com

Tips Berkendara Roda2 ala Mick Doohan

img

Mick Doohan (Reuters)

"Hampir 50 persen kecelakaan motor terjadi di perempatan, dan biasanya melibatkan kendaraan lain juga. Jadi anggap perempatan ini sebagai black spot," ujar Doohan dalam sebuah video yang dirilis oleh Motorcycle Accident Commission, dimana Doohan menjadi duta besarnya.
Berikut tips lengkap mengendarai motor dari Mick Doohan seperti dilansir allaboutbikes, Selasa :
1. Siapkan jarak dengan kendaraan depan. Jarak minimal dengan kendaraan di depan bisa diukur dengan aturan hitungan waktu 2 detik. Jadi jika sesuatu terjadi di depan kita, kita bisa bereaksi dengan tepat dan keluar dari masalah.


2. Ketika harus menyelip-nyelip di antara kendaraan, selalu asumsikan kendaraan di depan tidak tahu motor Anda akan masuk di antara celah-celah sempit. Jangan mengharapkan kendaraan tersebut tahu kalau motor yang Anda kendarai akan menyelip.


3. Blind spot merupakan masalah besar bagi pengendara motor. Apalagi dengan spion yang kecil dan menggunakan helm, akan lebih banyak banyak blind spot. Selalu menengok ke kiri dan kanan khususnya ketika mengganti lajur, atau memutar balik.


4. Anggap diri Anda tidak kelihatan. Berkendara lah seperti pengendara lain, pengendara sepeda dan pejalan kaki tidak melihat Anda.


5. Ketika mendekati perempatan jalan atau berkendara di jalanan padat, untuk menghentikan laju motor dengan cepat bisa menggunakan rem depan.
Setelah tidak membalap di lintasan MotoGP lagi, Mick Doohan kini sibuk melakukan kampanye mengendarai motor yang aman. Apa saja trik dan tips mengendarai motor dari juara 5 kali MotoGP 500 cc ini?

Thursday, September 27, 2012

Nerobos banjir lalu mogok? Jangan Panik! Lakukan langkah langkah ini!

img


Jakarta - Musim hujan telah tiba dan bagi warga Jakarta, siap-siaplah untuk menghadapi banjir yang melanda banyak titik di ibukota. Nah bila Anda para pengguna motor yang harus melewati banjir lalu motornya mogok, ini beberapa tips yang harus dilakukan agar motor kembali ngacir.

Ketika menghadapi banjir, banyak motor yang 'bertumbangan' dan harus menghadapi kenyataan motornya mogok. Ketika itu terjadi, jangan panik. Ada beberapa bagian motor yang harus Anda cek ketika itu terjadi sebagai pertolongan pertama.

Langkah pertama ketika motor mogok setelah menerjang banjir adalah tetap tenang dan cari tempat teduh atau tempat yang memungkinkan Anda leluasa memeriksa tunggangan Anda tersebut.

Setelah itu, keluarkan peralatan yang biasanya menjadi bawaan standar motor seperti obeng atau kunci busi.

Lalu periksalah busi motor Anda. Sebab biasanya bagian ini cenderung basah setelah menghadapi banjir. Keringkan busi dan ruang busi yang ada di mesin. Caranya tinggal tempatkan kain ke lubang ruang busi tadi dan gunakan kick starter beberapa kali untuk membiarkan dorongan dari mesin mendorong air keluar.

Periksa pula saringan udara motor Anda. Karena biasanya setelah terendam banjir, komponen ini akan basah yang bila dipaksakan akan membuat motor Anda 'berebet' ketika dinyalakan nanti.

Bila bagian dalam saringan udara yang biasanya berbentuk busa atau saringan terlihat basah, maka untuk sementara copot saja saringan udara tersebut. Baru setelah sampai di rumah saringan udara itu dikeringkan dan dipasang kembali.

Setting ulang pula komposisi settingan bensin dan angin yang ada di karburator. Gunakan obeng untuk melakukannya dan perhatikan bunyi dan reaksi mesin motor Anda untuk menemukan settingan yang tepat.

Coba nyalakan dan kembalilah beraktivitas. Tapi setelah sampai di kantor atau di rumah jangan lupa jemur dan angin-anginkan saringan udara tadi, setelah dirasa kering, pasang lagi seperti semula.

Dan tidak kalah penting, usahakan periksa oli motor Anda. Sebab biasanya ketika banjir terjadi, air bisa merembes ke ruang oli yang akan membuat oli tercampur dengan air. Ketika itu terjadi, warna oli biasanya berubah menjadi putih.

Jangan panik. Untuk langkah awal, kuras ruang oli motor Anda. Hal itu bisa Anda lakukan sendiri.

Caranya, siapkan wadah untuk oli yang sudah memutih itu. Keluarkan oli tersebut. Setelah itu, belilah 1 liter bensin dan tuangkan setengahnya ke ruang oli. Lalu gunakan kembali kick starter untuk memompa bensin ke saluran oli yang kemungkinan juga sudah dimasuki air. Hal itu berguna untuk mendorong air keluar dan berkumpul di ruang oli.

Setelah kick starter beberapa kali, keluarkan bensin tersebut dari ruang oli melalui lubang di bawah mesin, tempat oli biasa dikeluarkan ketika ganti oli. Kemudian lakukan hal yang sama dengan berbekal setengah liter bensin yang tadi tersisa.

Lalu setelah semua selesai dan bila memiliki kompresor, semprotlah ruang oli itu dengan angin. Setelah itu, masukkan oli baru ke ruang yang baru di bersihkan tadi. Dan motor Anda telah siap sedia.

Hal-hal tadi bisa dilakukan sendiri dan untuk pertolongan pertama setelah banjir. Setelah 2-3 hari, periksa kembali oli motor Anda, apakah memutih, bila iya, berarti masih ada air yang tersisa. Ganti kembali oli tadi.

Dan yang pasti, setelah semua itu, datanglah ke bengkel resmi untuk pendapat perawatan lebih lanjut.

Ingin motor aman dari maling? Ini salah satu caranya...

img


Dalam waktu sekian detik, maling bisa menggondol motor kesayangan masbro. Pengguna motor pun berupaya mencegah hal ini dengan berbagai cara, seperti menggembok, memasang alarm atau lainnya.

Mobil-mobil model terbaru kini sudah dilengkapi dengan smart key, motor pun tak mau ketinggalan. Digital Smart Key, kunci pintar buatan Bintang Racing Team (BRT).

"Smart key ini pada dasarnya ini bukan sebuah alarm, karena pengertian alarm biasanya alat tersebut akan memberikan sinyal berupa sirine kepada si pemilik motor bila terjadi hal-hal tertentu, sedangkan smart key ini lebih tepatnya sebut sebagai kunci pengaman pintar makanya dinamakan smart key," ujar Andriyanto dari Bintang Motor.

Dia menuturkan jika menggunakan alarm biasanya ada sedikit risiko terhadap pemakaian aki/baterai sebab untuk membunyikan sirine butuh tegangan aki.

"Kalau motor sedang diparkir di keramaian dan alarm bunyi, dan kita jauh dari lokasi motor, bisa jadi berisiko aki tekor. Ppengalaman pribadi saya waktu parkir motor di Ancol waktu main dengan keluarga, pas balik ke motor mau pulang tiba-tiba stater tidak mau nyala, pas ada tukang parkir bilang itu alarmnya bunyi dari sejam yang lalu. Kontan saja saya harus dorong untuk nyalain mesinnya, sebab kick stater sudah saya lepas dan ditaruh di rumah karena sudah terbiasa menggunakan stater electric jadi nggak pernah diengkol," ujarnya panjang lebar.

Seperti halnya immobilizer di mobil, smart key juga menggunakan RF-ID (Radio Frequency-Indentification). "Teknologi kunci ini sudah terbukti aman," ujarnya.

Bagaimana cara kerjanya? Sederhana saja, yaitu menggunakan smart koin, berupa sebuah gantungan kunci dan akan memberikan kode ke receiver dan kontrol modul yang akan mengontrol mesin untuk nyala.

"Koin ini akan terdeteksi dengan jarak 7 cm saja, sensor diletakan di dalam cover body dekat kunci kontak dengan di tempel logo agar mudah mengetahui letak sensornya jadi simple. Buat biker yang punya motor wajib pakai pengaman ini, nggak perlu pakai remote. Cukup dekatkan koin ke sensor maka motor baru bisa dihidupkan," ujarnya.

1. Smart Coin adalah pemancar kode keamanan yang telah dikombinasikan dan tidak dapat dilacak. Koin ini akan memberikan pancaran kode akses agar motor dapat dihidupkan. Smart Coin ini tidak menggunakan baterai dan tahan air, sehingga tidak dapat rusak untuk pemakaian seumur hidup. Smart Coin dirancang sangat unik dan menarik untuk dijadikan gantungan kunci sehingga pencuri tidak menyadari hal tersebut.

2. Smart Receiver adalah modul yang menerima kode sandi yang diberikan oleh koin pintar dan akan dilanjutkan ke Modul Kontrol. Receiver dirancang kompak dan harus diletakkan dekat modul Kunci Kontak di motor anda. Smart receiver ini dirancang tahan air dan tahan guncangan hinggak 10G.

3. Control Modul / Modul kontrol dikendalikan oleh Micro Komputer untuk mengelolah kode yang disampaikan oleh Receiver. Micro komputer akan mengkonfirmasi kode yang disampaikan dan akan mengendalikan keamanan dengan menghidupkan signal pulser motor. Putaran sinyal pulser akan terus dideteksi mikro komputer sehingga Smart Key akan terus berfungsi pada saat motor dikendari dan menghindari fungsi kegagalan yang membuat motor menjadi mati mendadak (mogok) saat di kendarai.

4. Wiring harness (kabel body) Kabel bodi ini dirancang dengan standarisasi Jepang dengan kekuatan tarik hingga 25Kgf. Kabel bodi ini dibuat sesuai model motor sehingga pemasangan Smart Key menjadi sangat mudah dan Simple tanpa ada pemotongan kabel body original motor, sehingga tidak akan menimbulkan resiko arus pendek atau konslet.

5. Buzzer berfungsi memberikan suara seperti sirine namun suara yang dikeluarkan tidak sekeras alarm pada umumnya, tapi alat ini hanya berupa beep yang menandakan bahwa motor dipaksa nyala tanpa smart coin.

"Dengan sistem apapun pencuri mencoba menyalakan motor, dengan kunci T dengan cairan, dan sebagainya, tanpa menggunakan smart coin yang sesuai maka motor tidak akan bisa dinyalakan. Terkecuali pencuri membawa motor dengan mobil pikap akan lain ceritanya," ujarnya terkekeh.

Piro harganya mas? "Harga Rp 350 ribu plus garansi 1 tahun," ujarnya.

Berikut cara pemasangan smart key:

1. Buka cover body yang menuntup kunci kontak




2. Lepaskan kabel kunci kontak dari kabel bodi


3. Pasangkan wiring harness ke kabel kunci kontak



4. Letakkan posisi modul seperti gambar di atas. Letak Receiver harus sedekat mungkin dengan posisi kunci kontak.


5.. Kaitkan kabel pulser sesuai warnanya

Motor-motor yang bisa dipasangi immobilizer ini adalah Honda Blade, Supra X125, Vario, BeAT, New Mega Pro, Yamaha Mio, Jupiter MX, Jupiter Z, Xeon, V-Ixion, Bison, Suzuki Spin Skywave, Shogun 125, Satria Fu, Nex.

copied from : detik OTO

Wednesday, September 26, 2012

Signal On Hand (Disaat Touring)







PERHATIAN AGAR DITERAPKAN DALAM TOURING:

1. Dalam Touring yang diperhatikan adalah Keselamatan Berkendara, Keselamatan Group sehingga sebelum touring dicheck dahulu kendaraan anda (tekanan ban, lampu, oli, kencangkan baut, dan check mesin), perlengkapan touring (helm, jacket, sarung tangan, mantel hujan, sepatu), dan group diwajibkan mematuhi semua peraturan lalu lintas yang berlaku.

2. CAPTAIN (pemimpin touring/ paling depan) sehingga group dilarang untuk mendahului captain, dan signal tangan yang di berikan captain agar diteruskan ke belakang sehingga semua group mengetahui situasi didepannya. SWEEPER (memantau group/ paling belakang) fungsinya memantau dan menjaga group agar tetap dalam kesatuan dan keselamatan,sehingga apabila ada anggota group yang merasa group terlalu cepat, atau kendarannya dalam masalah agar memberitahu sweep raider. Sweep raider/Ro. Captain dapat mendahului group untuk memberitahukan captain mengenai situasi group ataupun memerintahkan group agar berkendara satu baris untuk memberi jalan pengendara lain.

3. Touring dalam 1(satu) Baris : berkendara 1(satu) baris sejajar, ketika dalam perjalanan dengan kecepatan yang cukup tinggi, banyak belokan, banyak lubang, jalan sempit. Touring dalam 2(dua) Baris : berkendara 2(dua) baris secara zig-zag, sehingga tidak akan berbenturan apabila menghidari lubang tiba-tiba, dimungkinkan apabila jalan yang dilalui mulus dan lebar. Touring dalam 2 (dua) Baris Dalam Kota : berkendara 2(dua) baris berdampingan, apabila memungkinkan di jalanan kota yang lebar, group bisa berdampingan dalam kecepatan pelan (Slow) Jarak antar motor dengan didepannya sekitar 2 (dua) detik kecepatan atau lebih kurang 5 meter.

4. Parkir secepatnya dengan rapi dan dalam urutan, ketika sampai ditujuan, captain mengambil tempat di ujung terjauh diikuti motor dibelakangnya parkir disebelahnya, tunggu group parkir semua baru turun dari motor. Berangkat, hidupkan mesin setelah ada aba-aba dari captain dan bergerak dalam urutan dimulai dari captain dan motor disebelahnya. Kekompakan kita mencerminkan kesolidan, brotherhood dan ciri YVC Indonesia.

5. Ingat kita menggunakan jalan dengan pengendara lainnya, jangan menguasai jalan, berilah kesempatan kendaraan lain untuk mendahului, patuhi peraturan lalu lintas dan hindari ugal-ugalan di jalan raya.
6. Diharapkan kepada seluruh anggota YVC Indonesia (khususnya YVC-I W Ketapang) untuk mempelajari dan menerapkan etika dalam bertouring agar dapat menjadi captain , Ro. Captain dan Sweeper secara bergantian.(W-009)

---------------------------------------------------------------------------------------------
TAMBAHAN :


pengunaan tanda kode tangan saat semua lagi pada rollling city atau waktu dalam perjalanan touring.

kode kode biasa adalah menggunakan tangan kiri untuk memberi kan tanda pada teman dibelakang sehingga mereka tau ada pesan apa atau ada medan jalan seperti apa.

kode tangan:
1. tangan kiri diangkat dan jari menunjuk dengan telunjuk kearah atas itu berarti barisan group berjalan satu baris dari depan kebelakang.

2. tangan kiri diangkat dan jari menunjuk telunjuk dan jari tengah menghasilkan angka 2 maka barisan dari depan kebelangang berjalan 2 lajur sampai belakang group.

3. bila tangan kiri di angkat dan semua jari terbuka dan kemudian di ayun maju mundur itu menandakan rombongan mulai maju , atau apa bila hal ini dilakukan saat melalui perempatan, pertigaan makan itu mengartikan rombongan tigak berhenti tapi tetap melaju dengan kecepatan konstan.

4. bila tangan kiri di angkat dan kelima jari di buka dan kemudian dikepal secara konstan, ini mengartikan rombongan harus mengurangi kecepatan atau turun dari gigi 4 ke 3 atau dari 3-2, hal ini dilakukan apa bila leader menemukan kemacetan atau penyempitan jalan atau jalan yg rusak, mobil menghalangi rombongan.

5. Tangan kiri di angkat dan jari di buka namun dirapatkan lalu diarahkan ke sebelah kiri berulang ulang ini berarti rombongan akan belom ke arah kiri untuk itu rombongan harus bersiap. idealnya sebelum belok leader memberi tanda pada no 4 diatas hal ini lebih aman.

6 Tangan kiri di angkat dan jari dibuka namun dirapatkan lalu diarahkan kekanan melewati kepala maka ini menunjukkan rombongan akan belok kekanan.

7 Kaki kanan turun menunjukkan ada lobang di sebelah kanan maka shoguners dibelakang harus waspada terhadap lobang tersebut.

8. Kaki kiri turun menunjukkan ada lobang disebelah kiri maka shoguners dibelakang harus waspada siapa tau lobangnya dalam.

9. kaki kanan naik turun secara konstan menunjukkan bahu kanan jalan mengalami kerusakan shoguner ambil badan jalan kiri supaya aman dan nyaman.

10. kaki kiri naik turun secara konstan menunjukkan bahu kiri jalan mengalami kerusakan shoguner ambil badan jalan kanan supaya aman dan nyaman.

11. Kedua kaki turun ini menunjukkan ada polisi tidur atau rombongan akan melalui jembatan yg biasanya ada patahan jalan.

12 Kedua kaki naik turun menunjukkan badan jalan didepan kita tidak rata atau rusak sebaiknya turunkan kecepatan.

13 kedua kaki naik turun dan pergelang kaki bergerak kekanan dan kekiri secara konstan ini menunjukkan jalan didepan licin mungkin karena air, olie atau pasir sebaiknya turunkan kecepatan dan ikuti jalur yg di buat oleh leader.

14 tangan kiri diangkat dan dikepal menunjukkan rombongan berhenti.

15. menunjuk kan tangan kearah spidometer , mengartikan bensin perlu disisi. tunjukan ini pada petugas rombongan.

Kepalamu lebih penting dibanding dompetmu!


Resiko terbesar adalah apa yang “ada dikepala” anda sendiri. Apa yang anda pikirkan dan apa yang anda ketahui. Masalahnya adalah, apakah terfikirkan atau tidak ? Apakah anda mengetahui atau tidak ? Atau justru Apakah anda perduli atau tidak ? Ha, jawab sendiri ya.
Anda mungkin sudah tau bahwa kalau tidak pakai helm akan ber-resiko kena tilang polisi. Anda juga pastinya sudah tahu kalau tidak pakai helm dan terjatuh bakal punya resiko kematian yang tinggi. Apa yang akan anda lakukan setelah anda tahu ? He he he nenek-nenek (ugh… maaf ya nek) juga tau, “Pakai helm lah cuuuuk”. Dasar manusia, walaupun dikasih akal dan kecerdasan serta kesempatan, tetap saja ada yang seperti digambar dibawah
Memang, pemakai motor sudah banyak yang pake Helm, dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Di pinggiran kota sih jangan tanya, tetap sangat banyak yang gak bener, maksudnya gak pake helm. Yah itu kembali lagi, apa yang ada di kepala orang-orang pinggiran he he he.
Nah, yang jadi masalah adalah, kalau yang bersangkutan sudah terfikirkan dan sudah tahu tentang resiko. Makin parah lagi kalau sudah sadar. Tapi masih tetap saja nekat. Sudah tahu kalau melawan arah itu sangat berbahaya, dan melanggar lalu-lintas, tapi tetap saja.
Ampun deh. Dah tau resiko, sudah mengerti tapi tetap saja mengambil resiko yang tidak perlu. Kalau sudah kecelakaan, hanya ada penyesalan.
Jadi apa sih sebenarnya yang jadi masalah ? Masalah yang sebenarnya adalah bukan apa yang terlihat, bukan resiko jalanan yang licin, bukan resiko padatnya lalulintas yang mengancam dan arus yang berlawanan, bukan resiko kepala yang pecah karena terkantuk batu, bukan resiko di tilang polisi karena tidak patuh peraturan.
Melainkan resiko yang ada didalam kepala anda seperti :
1. Underestimate : Menganggap enteng keselamatan dan resiko.
2. Overestimate : Menganggap lebih kemampuan diri sendiri.
3. Over confident : Terlalu yakin bahwa segalanya telah tertangani dengan baik.
4. False Resignation : Pasrah pada nasib yang tidak pada tempatnya.
5. Comfort Reason : Alasan-alasan kenyamanan.
Yap, dari semua 5 poin diatas, datangnya dari dalam kepala anda sendiri. Maka, “PERBAIKI DULU KEPALA ANDA”.