Showing posts with label helm. Show all posts
Showing posts with label helm. Show all posts

Wednesday, October 17, 2012

Jenis Jenis Helm dengan Kelebihan dan Kekurangannya


Mungkin bagi sebagian besar pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk menahan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih penting yaitu menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan.
Saat terjadi kecelakaan, bagian yang paling mudah terluka adalah muka, kepala bagian atas dan leher. Oleh karena itu sebuah helm yang baik adalah helm yang bisa melindungi ketiga bagian kepala tersebut.
Berikut jenis-jenis helm yang ada beserta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis helm tersebut :

1. Helm Cetok

helm-cetok-dalamKelebihan:
Mampu melindungi bagian atas kepala meski dengan tingkat perlindungan yang sangat minim. Helm jenis ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya. Helm ini mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simple. Harga helm jenis ini biasanya murah.
Kekurangan:
Dengan tidak adanya bagian yang menutupi telinga, helm ini bisa membahayakan pendengaran pengunanya akibat suara keras yang ditimbulkan ketika berkendara. Helm ini tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala. Fungsi helm tidak jauh beda dari topi.
 

 

2. Helm Open Face

open faceKelebihan:
Melindungi bagian atas, samping (telinga) dan belakang kepala (leher). Helm jenis ini memberikan perlindungan yang sedikit lebih baik dibanding helm ”cetok”. Mudah dipakai dan dilepas. Beberapa helm jenis ini dilengkapi dengan bantalan dari bahan kulit pada bagian telinganya.
Kekurangan:
Suara bising dari luar masih tetap masuk ke telinga. Tidak bisa memberikan perlindungan yang cukup bagi kepala, khususnya bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher dan mata. Karena tidak dilengkapi dengan kaca pelindung pada bagian depannya, maka helm ini tidak bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga bahkan kerikil kecil yang beterbangan di jalan.
 

 

3. Helm ¾ Atau Half Face

half faceKelebihan:
Mampu melindungi bagian kepala, muka, leher, telinga dan mata. Helm jenis ini berada pada posisi ketiga helm yang cukup aman. Dengan kaca pelindung yang mudah dibuka-tutup, pemakai bisa dengan mudah makan, minum, memotret atau merokok sekalipun. Kaca pelindungnya juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari hujan, debu dan angin. Helm jenis ini sedikit lebih mahal dibanding jenis open-face.
Kekurangan:
Karena desainnya semi terbuka, maka akan menimbulkan efek dengung di telingan pemakainya. Kurang memberikan perlindungan terhadap muka, dagu, gigi dan hidung.
 

 

4. Helm Full Face

Full FaceKelebihan:
Helm jenis ini adalah helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor. Helm ini mampu melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan sempurna. Helm ini juga aman dipakai di saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.
Kekurangan:
Karena tertutup rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis kalau kita ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm jenis ini sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding jenis lain.
 

 

5. Helm Flip-up

Helm Flip UpKelebihan:
Hampir sama dengan helm jenis Full-face, hanya saja helm jenis ini memiliki bagian depan yang bisa diputar ke atas (flip-up). Sehingga bisa memudahkan pemakainya untuk makan, minum atau merokok tanpa harus melepas helm. Helm jenis ini mampu memberikan perlindungan yang cukup baik, sama halnya dengan jenis full-face.
Kekurangan:
Karena bagian depannya bisa dibuka-tutup, maka ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka ketika terjadi kecelakaan sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu. Harga helm jenis ini bisanya lebih mahal dibanding jenis full-face.
 

 
Nah, kalau sudah tahu jenis-jenis helm beserta kelebihan-kekurangannya, jangan malas pake helm ya. Ingat, kecelakaan tak mengenal waktu, lokasi dan siapapun orangnya. Yang udah pake helm, apa helm-mu sekarang?

copied : gugling.com

Wednesday, September 26, 2012

Kepalamu lebih penting dibanding dompetmu!


Resiko terbesar adalah apa yang “ada dikepala” anda sendiri. Apa yang anda pikirkan dan apa yang anda ketahui. Masalahnya adalah, apakah terfikirkan atau tidak ? Apakah anda mengetahui atau tidak ? Atau justru Apakah anda perduli atau tidak ? Ha, jawab sendiri ya.
Anda mungkin sudah tau bahwa kalau tidak pakai helm akan ber-resiko kena tilang polisi. Anda juga pastinya sudah tahu kalau tidak pakai helm dan terjatuh bakal punya resiko kematian yang tinggi. Apa yang akan anda lakukan setelah anda tahu ? He he he nenek-nenek (ugh… maaf ya nek) juga tau, “Pakai helm lah cuuuuk”. Dasar manusia, walaupun dikasih akal dan kecerdasan serta kesempatan, tetap saja ada yang seperti digambar dibawah
Memang, pemakai motor sudah banyak yang pake Helm, dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Di pinggiran kota sih jangan tanya, tetap sangat banyak yang gak bener, maksudnya gak pake helm. Yah itu kembali lagi, apa yang ada di kepala orang-orang pinggiran he he he.
Nah, yang jadi masalah adalah, kalau yang bersangkutan sudah terfikirkan dan sudah tahu tentang resiko. Makin parah lagi kalau sudah sadar. Tapi masih tetap saja nekat. Sudah tahu kalau melawan arah itu sangat berbahaya, dan melanggar lalu-lintas, tapi tetap saja.
Ampun deh. Dah tau resiko, sudah mengerti tapi tetap saja mengambil resiko yang tidak perlu. Kalau sudah kecelakaan, hanya ada penyesalan.
Jadi apa sih sebenarnya yang jadi masalah ? Masalah yang sebenarnya adalah bukan apa yang terlihat, bukan resiko jalanan yang licin, bukan resiko padatnya lalulintas yang mengancam dan arus yang berlawanan, bukan resiko kepala yang pecah karena terkantuk batu, bukan resiko di tilang polisi karena tidak patuh peraturan.
Melainkan resiko yang ada didalam kepala anda seperti :
1. Underestimate : Menganggap enteng keselamatan dan resiko.
2. Overestimate : Menganggap lebih kemampuan diri sendiri.
3. Over confident : Terlalu yakin bahwa segalanya telah tertangani dengan baik.
4. False Resignation : Pasrah pada nasib yang tidak pada tempatnya.
5. Comfort Reason : Alasan-alasan kenyamanan.
Yap, dari semua 5 poin diatas, datangnya dari dalam kepala anda sendiri. Maka, “PERBAIKI DULU KEPALA ANDA”.